ATURAN

KDB, KLB, KDH, dan GSB dengan contoh lahan 10 × 20 m

Empat angka ini menentukan seberapa besar rumah boleh dibangun di sebuah lahan. Kita hitung satu per satu dengan contoh lahan 200 m².

Diperbarui 5 Oktober 2026

Setiap lahan punya batas seberapa besar bangunan boleh berdiri di atasnya. Batas itu dinyatakan dengan empat angka: KDB, KLB, KDH, dan GSB. Keempatnya didefinisikan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021, dan nilainya untuk tiap lokasi ditetapkan pemerintah daerah.

Arti keempat angka

SingkatanKepanjanganYang diatur
KDBKoefisien Dasar BangunanPerbandingan luas lantai dasar bangunan terhadap luas lahan. Menentukan seberapa banyak lahan boleh tertutup bangunan.
KLBKoefisien Lantai BangunanPerbandingan luas seluruh lantai bangunan terhadap luas lahan. Menentukan total luas lantai, sehingga berpengaruh ke jumlah lantai.
KDHKoefisien Daerah HijauPerbandingan luas ruang terbuka di luar bangunan yang dipakai untuk taman atau penghijauan terhadap luas lahan.
GSBGaris Sempadan BangunanGaris batas yang tidak boleh dilewati bangunan, ke arah depan, belakang, maupun samping.

KDB dan KDH biasanya ditulis dalam persen. KLB sering ditulis sebagai angka desimal, misalnya 1,2, yang artinya total luas lantai boleh sampai 1,2 kali luas lahan.

Contoh: lahan 10 × 20 m

Misalkan Anda punya lahan 10 × 20 m, jadi luasnya 200 m². Untuk contoh ini kita pakai angka berikut. Ini angka perumpamaan, bukan aturan daerah mana pun.

KetentuanNilai contohHitunganBatas untuk lahan ini
KDB60%60% × 200 m²lantai dasar maks. 120 m²
KLB1,21,2 × 200 m²total lantai maks. 240 m²
KDH20%20% × 200 m²area hijau min. 40 m²
GSB depan4 mdiukur dari batas depan lahanbangunan mulai 4 m dari depan
JALAN panjang lahan 20 m lebar 10 m GSB 4 m Lantai dasar 8 × 14 m 112 m² carport dan taman depan taman belakang
Lahan 10 × 20 m dilihat dari atas. Garis putus-putus adalah garis sempadan bangunan 4 m dari batas depan. Kotak biru adalah lantai dasar rancangan.

Mengecek sebuah rancangan

Sekarang kita uji rancangan rumah dua lantai: lantai dasar 8 × 14 m dan lantai dua 8 × 12 m. Dari 88 m² lahan yang tidak tertutup bangunan, 40 m² dipakai untuk carport dan jalan setapak, sisanya taman.

Yang dicekRancanganBatasHasil
Luas lantai dasar (KDB)8 × 14 = 112 m², atau 56%maks. 120 m² (60%)Memenuhi
Total luas lantai (KLB)112 + 96 = 208 m², atau 1,04maks. 240 m² (1,2)Memenuhi
Area hijau (KDH)88 − 40 = 48 m², atau 24%min. 40 m² (20%)Memenuhi
Jarak dari batas depan (GSB)4 mmin. 4 mMemenuhi

Perhatikan bahwa carport berlantai beton tidak dihitung sebagai area hijau. Kalau seluruh sisa lahan diperkeras, rancangan ini gagal di KDH walaupun lolos KDB dan KLB.

Dari mana angka yang sebenarnya?

Nilai KDB, KLB, KDH, dan GSB berbeda di tiap lokasi. Ketentuan tata bangunan yang berlaku untuk sebuah lahan dimuat dalam Keterangan Rencana Kota (KRK) yang diterbitkan pemerintah kabupaten atau kota. Mintalah KRK lahan Anda sebelum mulai merancang.

Angka-angka ini diperiksa saat Anda mengajukan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yaitu perizinan untuk membangun, mengubah, atau memperluas bangunan. Pengajuannya dilakukan lewat SIMBG, sistem daring milik pemerintah.

Contoh di atas memakai angka perumpamaan. Selalu pakai nilai dari KRK lahan Anda. Sebagian daerah juga menetapkan sempadan samping dan belakang, batas jumlah lantai, atau tinggi bangunan.

Menghitungnya dengan cepat

Aplikasi pra-desain Octopus memeriksa KDB, KLB, KDH, dan GSB setiap kali data rancangan berubah. Lihat fitur utama Octopus.

Sumber